Hati-hati Lurah Camat, Ahok Punya Mata-mata
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 Hijriah, di gedung Smesco, Jakarta, Minggu (18/1/2015).
Kamis, 22 Januari 2015 | 10:55 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau Lurah, Camat, staf Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) untuk terus meningkatkan pelayanan kepada warga. Sebab, lanjut dia, meskipun Basuki tidak turun ke lapangan blusukan meninjau pelayanan di kelurahan dan kecamatan, Basuki kerap mengirim mata-mata.
"Bapak Ibu enggak tahu saja kalau saya suka kirim relawan dan orang saya untuk pantau pelayanan. Kalau saya yang nongol mah semuanya langsung siap-siap dan orang saya itu enggak putih-putih lho, banyak juga yang kumal dan warna kulitnya hitam," kata Basuki, saat melantik 701 pejabat DKI, di Blok G Balaikota, Kamis (22/1/2015).
Mata-mata itu kemudian melaporkannya langsung kepada Basuki dan meminta Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah untuk menyelidikinya. Ia menjelaskan, lebih baik ia salah menjadikan staf para pejabat DKI daripada membiarkan orang "salah" menjadi pejabat DKI.
Basuki mengatakan, apabila para pejabat yang dijadikan staf masih saja berkinerja buruk maupun menarik pungutan liar, Basuki bakal mencabut seluruh tunjangan kinerja daerah (TKD) staf itu. Para staf itu tidak boleh lagi ditempatkan di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang sama, melainkan melaksanakan tugas belajar di Badan Diklat DKI.
"Di Diklat kamu baca koran dan wajib melaporkan dan menganalisis apa yang kamu baca. Kalau masih enggak bener juga kelakuannya, saya pecat dari PNS. Kuping saya tipis loh bapak ibu," kata Basuki.
Selain itu, ia mengimbau para pejabat DKI untuk tidak lagi saling melempar tugas pokok fungsi (tupoksi). Sebab, lanjut dia, para PNS DKI wajib mengisi evaluasi harian kerja di website BKD Jakarta.go.id. Dari evaluasi kinerja itu, pihaknya dapat mengetahui berapa besar tunjangan kinerja daerah (TKD) yang didapatkan oleh seorang pegawai.
Meskipun pegawai itu tidak melakukan pekerjaan apa-apa, Basuki mengimbau untuk tetap mengisi evaluasi kerja tiap harinya. Sebab, bisa saja nantinya Basuki memindahkan pegawai itu ke posisi yang lebih banyak tugas serta pekerjaannya.
"Jadi nanti kami evaluasi apa memang kamu enggak kerja atau memang di dinas itu kelebihan pegawai," kata Basuki.
Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor: Ana Shofiana Syatiri
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Ahok-Djarot Pimpin Jakarta
source : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/22/10550671/Hati-hati.Lurah.Camat.Ahok.Punya.Mata-mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar